Senin, 18 September 2017

BAGAIMANA CARA ANAK BELAJAR ?



Bagaimana Caranya Anak Belajar? 
Anak-anak belajar secara alami –  mereka penuh rasa ingin tahu, penuh minat, dan semangat untuk belajar  hal-hal baru. Cara yang terbaik untuk mengajarkan anak adalah  mengembangkannya melalui aktifitas bermain yang alami tersebut.



ANAK BELAJAR MELALUI BERMAIN. 
Anak memang jago dalam bermain dan enjoy  banget. Bagi anak, bermain adalah pekerjaan mereka. Bermain itu membantu  perkembangannya secara total dan sebaiknya digabungkan dengan semua  yang dilakukan anak.


ANAK BELAJAR DENGAN MELAKUKAN.
Anak belajar melalui keterlibatan  langsung yang aktif dengan objek-objek konkret. Mereka perlu  pengalaman-pengalaman langsung dengan hal-hal riel seperti misalnya  eksperimen-eksperimen science, konstruksi, projek-projek seni, bermain  peran serta field trips. AKU MENDENGAR DAN AKU LUPA, AKU MELIHAT DAN AKU MENGINGAT, AKU LAKUKAN DAN AKU MENGERTI


ANAK BELAJAR MELALUI INDERANYA.
Anak belajar dengan melihat, mendengar,  meraba dan mencium. Bayangkan bila semua indera seperti jalan. Maka  lebih banyak jalan yang menuju ke otak lebih banyak pula kemungkinan  terjadinya proses belajar. Dalam hal ini sensory learning membutuhkan  berbagai media dan materi guna merangsang setiap indera anak.


ANAK BELAJAR MELALUI BAHASA. 
Anak perlu untuk bercerita mengenai  pengalaman-pengalamannya serta untuk mengungkapkan secara verbal apa  yang sedang mereka pikirkan. Guru dapat membantu kemampuan berbahasa  dengan cara menceriterakan apa saja yang sedang mereka lakukan,  menyebutkan objek-objek, menjelaskan apa yang sedang dipikirkan  anak   serta  bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan .


ANAK BELAJAR SAMBIL BERGERAK. 
Anak-anak selalu bergerak. Mereka memiliki  daya konsentrasi yang terbatas dan biasanya tidak sanggup lama duduk  tenang sambil menulis ataupun menggambar. Arahkan energi mereka dengan  pengalaman menggunakan seluruh tubuh mereka di mana mereka dapat  bergerak dan menggunakan tangan, kaki, kepala serta seluruh badan mereka  untuk belajar.



ANAK BELAJAR KARENA TERMOTIVASI. 
Motivasi adalah kunci untuk belajar.  Bahan-bahan yang menarik serta lingkungan yang penuh rangsangan akan  dapat mencetuskan keingintahuan anak serta membangkitkan semangat untuk  belajar. Pujian, hadiah-hadiah dan juga orang tua serta guru yang  menampakkan kepuasan serta kesenangan mereka serta sebab-sebab pribadi  lainya dapat menambah motivasi anak untuk belajar.


ANAK BELAJAR PADA TINGKATAN MEREKA MASING-MASING. 
Ketahuilah latar  belakang kehidupan  serta ketrampilan anak didik Anda. Hal ini akan  dapat membantu Anda dalam membentuk suatu program yang tepat bagi  masing-masing anak. Bila aktifitas-aktifitasnya terlalu mudah, anak akan  bosan, tapi bila terlalu sukar, anak dapat frustrasi. Pecahkan  aktifitas yang sukar menjadi beberapa langkah yang kecil agar setiap  anak dapat sukses dan dapat bergerak dari aktifitas yang sederhana ke  aktifitas yang semakin kompleks.



ANAK BELAJAR MELALUI PUJIAN DAN PENGUATAN.  
“Tidak ada yang sukses  seperti sukses itu sendiri.” Pengalaman-pengalaman yang positif serta  pujian mendorong anak untuk lebih belajar sambil membangun percaya diri.  Berilah anak didik Anda dorongan yang terus menerus dengan senyuman,  acungan jempol, serta dorongan secara verbal.


ANAK BELAJAR MELALUI MENIRU.
Anak belajar dari mengamati orang lain  lalu meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Anak juga meniru  nilai-nilai serta sikap yang mereka lihat pada orang tua, guru serta  lingkungan sekitar.


ANAK BELAJAR MELALUI PENGULANGAN.
Anak mendapat pengetahuan melalui  pengulangan dan melalui pengalaman-pengalaman yang telah didapat selama  ini. Jumlah waktu yang digunakan dalam aktifitas-aktifitas juga  merupakan faktor yang signifikan dalam hal belajar.


ANAK BELAJAR DARI BEREKSPERIMEN. 
Anak memerlukan kebebasan untuk  mencoba, menjelajahi, bereksperimen dan memilih. Karena mereka belajar  melalui trial dan error, terimalah kesalahan mereka lalu berilah  feedback dan dukungan.


ANAK BELAJAR MELALUI PENAMPAKKAN
Anak  seperti spons, karena itu  mereka paling banyak belajar di tahun-tahun usia balita dibandingkan  dengan tahun-tahun lainnya. Mereka perlu dirangsang dengan berbagai  macam bahan, aktifitas serta pokok persoalan.


ANAK BELAJAR MELALUI INTERAKSI DENGAN TEMAN.  
Menakjubkan sekali. Begitu  banyak yang dapat dipelajari anak melalui berbicara, mengamati serta  bermain dengan teman-temannya, saudara dan lainnya di dalam  lingkungannnya. Mengajarkan sesuatu pada anak melalui teman sebayanya  merupakan cara belajar yang tidak dapat dianggap remeh.


ANAK BELAJAR DI LINGKUNGAN YANG POSITIF.  
Anak perlu merasa dicintai,  aman serta terjamin bila harus belajar. Suasana yang hangat dan diterima  akan lebih menguntungkan daripada suasana penuh ancaman ataupun  kompetitif.


ANAK BELAJAR BILA KEBUTUHAN FISIKNYA TERPENUHI. 
Anak yang lapar,  ngantuk atau stres akan mengalami kesulitan dalam belajar. Pastikan anak  menerima gizi yang cukup, istirahat yang cukup serta dukungan emosional  yang terpenuhi.


ANAK BELAJAR MELALUI SUATU KESELURUHAN. 
Belajar tidak terisolasi tapi  seharusnya dihubungkan dan terintegrasi di dalam semua aspek dari sebuah  kurikulum. Belajar juga sebaiknya terfokus pada anak secara keseluruhan  dengan memenuhi semua kebutuhan fisik, sosial, emosional dan  intelektual si anak.

Nah, bila garis-garis pedoman tersebut di atas diikuti, anak akan ke  sekolah dengan penuh semangat, belajar dengan semangat pula serta  menjadi murid yang mandiri. Mereka akan dapat memiliki dasar yang kuat,  percaya diri akan kemampuan-kemampuannya serta memiliki ketrampilan  sepanjang hidupnya yang akan membantu mereka untuk selalu ingin belajar.

Demikianlah sekelumit penjelasan bagaimana anak didik Anda belajar.  Mudah-mudahan dengan ‘input’ tersebut di atas , Anda akan lebih dapat  mengerti tingkah laku anak didik Anda serta mengarahkannya dengan lebih  baik lagi.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda